Posted by: Maria Soraya on: Januari 18, 2011
Sabtu pagi, saya menonton acara memasak Chef In Paradise di tv lokal. Actually, I don’t like this program. Kurang gimana gitu dengan chef-nya. Enakan liat tangan Mbak Farah Quinn di Ala Chef, ia cekatan dan piawai menata makanan dengan cantik. Menu hari itu adalah Roti Gabin.
Saya mengurungkan niat untuk mengganti acara itu dengan channel lain setelah mendengar kata ‘tape’ yang disebutkan sebagai salah satu bahan. Uhmm, lanangku ini doyan makan tape. Hehehe ;p. Ndak hanya itu ternyata mbikinnya juga gampang. Cuma diaduk- aduk, dicompar-campur, trus greng greng goreeeeeeng.
Satu jam kemudian, saya keliling nyari tukang tape di jalan seberang komplek. Nemu tukang sayur langganan Ibuku. Setelah berburu tape, saya lanjut hunting another bahan di minimarket dekat rumah.
And here they are :
Bahan :
- Tape
- Biskuit crackers polos tanpa rasa
- Tepung terigu
- Air soda, mis. sprite
- 1 butir telur
- 1 sachet susu kental manis
Caranya :
1. Campurkan tape dengan susu kental manis, aduk- aduk hingga bahan menyatu dan lembut.
2. Ambil 1 potong biskuit crackers, oleskan tape hingga memenuhi sisi crackers, lalu tutup kembali. Kira- kira mirip sandwich.
3. Campur terigu dengan soda, aduk- aduk. Setelah bahan menyatu, tambahkan telor, lalu aduk kembali hingga menyatu.
4. Celupkan biskuit tadi ke dalam adonan terigu. Gunanya untuk merekatkan sekaligus menggemukkan si biskuit itu.
5. Simsalabim, roti gabin sudah jadi. Cocok dimakan selagi hangat buat cemilan.
note :
Roti gabin itu saya bikin dua kali. Pertama tester hari Sabtu, mbikin 20 biji buat keluargaku yang pada mau berenang trus 9 biji untuk keluarga lanangku. Sayangnya, begitu nyampe rumah lanangku, roti gabinnya udah dingin. Wah, sedihnya minta ampun. Akhirnya, saya meminta ibunda lanangku untuk memasak di dapurnya beliau. Dan, dibolehin lagi. Hore horeeee !!
Minggu sore, saya mbikin mrinthal-mrinthul di rumah lanangku. Kali ini ada variasi, saya mencoba bereksperimen mengoleskan daging giling (kornet beef) untuk my roti gabin.
Acara ngadonin bahan dimulai jam 5an sambil ngobrol dengan ibunda lanangku. Selanjutnya, goreng- goreng jam setengah enam dan selesai pas adzan maghrib.
Piring pertama saya serahkan ke ibunda dan bapaknya lanangku yang baru pulang mbengkel. Benar- benar pas, masih anget renyah dan dimakan sore- sore
. Mereka bilang : enaaaaak !!! Hahahaha, responnya sama seperti di rumah saya. Lalu, berturut- turut muncul Kak Dwi. Ia mengambil roti gabin isi daging dan mencocolnya dengan sambal. Lanangku muncul paling terakhir, lengkap dengan sisa- sisa oli yang menempel di badan celana dan tangannya. Wewww.
Oh ya sebelum mrinthal-mrinthul mbikin roti gabin, saya sempat mencicipi Rujak Tahu mbikinan ibunda lanangku. Asyik banget deh ya, karena saya udah lama banget ndak nyruput- nyruput kuahnya itu yang pedas. Whuuauaaaa. Fotonya dibawah nih. Bravo Ibunda Lanangku !!!
Anyway, another easy recipe apalagi ya buat diolah di dapur ibunda lanangku ? Hunting lagi ah ;D
xoxo,
Sabunn itu ya Kelinci Metal